Website ini memuat informasi masa depan

Pendidikan Gratis

Pendidikan Gratis Bisa Menjebak  

JAKARTA, suaramerdeka.com – Kebijakan pemerintah yaitu pendidikan gratis, memang membuka akses pendidikan secara luas kepada rakyat. Namun kebijakan pendidikan gratis juga bisa menjebak, demikian dikatakan staf pengajar Lemhanas yang pengamat terorisme Dr Wawan Hari Purwanto, Selasa (7/5) siang ini.

“Pendidikan itu adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan pembangunan karakter serta leadership sejak awal. Berbicara tujuan yang high quality tidak ada murah-murahan, jadi harus berpikir investasi. Saya khawatir pendidikan gratis menjebak kita,” kata Wawan pada “Master School Leadership for Better Future” seminar dwi bahasa (Indonesia -Inggris) di SMU 106 Gandaria, Jakarta Timur, Selasa (7/4) siang.

Menurut Wawan yang Pengurus Komite SMU tersebut, pada realitanya banyak orang tua dari anak-anak yang sekolah gratis itu, merasa apa yang didapatkan anaknya masih sangat kurang, sehingga mengikutsertakan anaknya pada Lembaga Bimbingan Belajar. Ujung-ujungnya untuk anaknya butuh waktu lagi dan biaya ekstra, dan bisa mengganggu waktu anak untuk bermain.

“Jadi apa artinya gratis bila semuanya sekedarnya atau asal ada saja,” kata pria asa Kudus tersebut.

Mengenai pendidikan kepemimpinan, menurut Wawan masih sangat kurang dalam pendidikan kita. Sehingga imbasnya adalah kurang munculnya para pemimpin baru dari kalangan generasi muda, yang ada hanya wajah-wajah lama politikus tua yang itu-itu saja.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Dr Pruet Siribanpitak (Universitas Chulalangkorn Thailand), mengatakan bahwa paradigma pendidikan harus diubah untuk menanamkan leadership (kepemimpinan). Yaitu guru dan murid harus ditanamkan pemahaman bahwa mereka adalah pemimpin masa depan, sehingga harus ada terobosan atau kreatifitas memasukkan nilai-nilai kepemimpinan serta pendidikan karakter dalam mata pelajaran.

“Dan kepala sekolah adalah pemimpin dari para pemimpin (yaitu guru dan siswa). Jadi harus ada keteladanan, kompetensi serta kewibawaan dan kebijaksanaan yang menyatu. Begitulah seharusnya,” kata Pruet.

( Hartono Harimurti / CN38 / JBSM )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: